SELAMAT DATANG DI BLOGNYA NU KRECEK KEC. BADAS KAB. KEDIRI, JAWA TIMUR

Usaha penghancuran NU


Hari Santri ditolak (sebelum ditetapkan), KH. Ma'ruf Amin jadi calon wapres ditolak, Islam Nusantara ditolak, RUU Pesantren ditolak, Film The Santri ditolak, Kiyai-kiyai NU dihujat, dicaci maki serta dituduh Liberal, PKI, sesat, dan Syiah.

HUKUM MASUK GEREJA

https://islam.nu.or.id/post/read/111133/bolehkah-muslim-masuk-ke-gereja--

Jangan Emosi, Kita Ngaji Kitab Fiqh Yuk!. Sahabat dan guru saya, Ustadz Yusuf Mansur meminta saya menjelaskan bagaimana hukumnya seorang Muslim memasuki gereja. Belakangan ini ada tokoh yang mengatakan, “murtad bagi Muslim yang masuk gereja.” Ada lagi yang mengatakan, “haram menurut mazhab Syafi’i”.

TARGET WAHABI NU BUBAR TAHUN 2025

Postingan Jay

*TARGET WAHABI, NU HARUS BUBAR 2025-2030*

Nahdliyin di mana pun berada wajib ngerti !!!

Target wahabi beserta underbownya adalah NU harus bubar tahun 2025-2030. Warga NU harus pahami methode pecah-belah oleh para antek-antek asing, yang kini mereka melepaskan piaraannya yakni wahabi. Untuk mencabik-cabik bahkan menghabisi ahlu sunnah wal jamaah/NU) sampai hanya tersisa tulang-belulangnya, lalu TNI dan POLRI dengan mudah akan dijadikan budaknya !!!

Poin-poin hasil halaqoh Netizen NU Jawa Barat pada 19 Januari 2017 disebarkan seluas-luasnya kepada warga Indonesia, Umum, agar tidak anggap remeh Ancaman terhadap Bangsa dan Negara seperti selama ini !!!

_Dollars dan Real akan hancurkan Indonesia_

1.Saat ini telah berlangsung/ada gerakan dan aliran dana super besar untuk membuat Indonesia bersih dari NU, TNI dan POLRI Dengan target tahun 2025-2030 Seperti sering dibilang oleh para Kiai sepuh, tokoh masyarakat yang melek politik dan pahami eskatologi Hancurkan NKRI, Resep mereka, kalau mau menguasai Indonesia, kuasai dulu NU.

Kalau mau memecah belah Indonesia, pecah belah dulu NU. Kalau mau menghancurkan Indonesia, hancurkan dulu NU lalu TNI dan POLRI bisa dijadikan BUDAKnya !!!

2. NU sudah cukup lambat mengantisipasi serbuan media online dan medsos oleh pihak-pihak di atas. Serangan di era media cetak sudah gencar dari tahun 80-an, serangan melalui internet sudah gencar dari tahun 95an, dan serangan di medsos semakin menggila sejak tahun 2010an.

3. Perlu ada peningkatan kajian literasi kitab kuning (ilmu-ilmu agama), kitab putih (ilmu-ilmu humaniora) dan kitab abu-abu (ilmu politik) bagi para warga NU agar tidak mudah dibodohi oleh paham-paham yang “menyerang” kaum Nahdhiyyin.

Karena mereka kini menyerang dengan gerakan Neo Cortex (Al Ghozwul Fikr), Proxy dan Psyco War (perang pemikiran, rekayasa psikologi dan intrik politik) dengan menggunakan sentimen agama (Aliran islam palsu/ khawarij/ wahabi) dan fanatisme Islam dan ‘politik kebencian’ sebagai alat untuk melemahkan warga NU dan NKRI.

4. Serangan-serangan kepada ulama-ulama NU khususnya para ulama pengawal organisasi NU Berupa fitnah dan hoax amat gencar, sebagian di antaranya dilakukan oleh kalangan yang “mengaku” Nahdhiyyin juga.

Serangan-serangan ini tujuannya menghilangkan kepercayaan umat kepada ulama, Ustad-ustadnya, Kyai-kyainya, Habaib-Habaibnya dan mengalihkannya kepada ulama-ulama yang “direkomendasikan” oleh para penyerang tersebut (Ustad/ Syekh Wahabi yang dikendalikan Asing).

5. Para kader Anshor Banser, elemen organisasi NU dan warga Nahdhiyyin harus ikut serta dalam “perang medsos” dan yang terang-terangan Membid’ah-bid’ahkan, men-Syirik-syirikkan bahkan Meng-Kafirkan tersebut, namun dengan cara bil-hikmah wal mau’idhatil hasanah.

Bila pihak lawan rajin menyebar hoax dan fitnah, jangan dilawan dengan hoax dan fitnah. Lawanlah dengan menyebarkan berita yang benar. Perbanyak menyebar postingan yang meluruskan kesalahpahaman, tanpa menghujat dan mencaci. NU itu merangkul, bukan memukul.

Warga NU memang harus mewaspadai gaya baru Wahabi. Nampaknya setelah mereka gagal puluhan tahun untuk me-wahabikan banyak kader NU di kampus-kampus Saudi Arabia, termasuk di Kampus-kampus bergengsi di Indonesia; ITS, UNAIR, ITB, UNEJ yang mahasiswanya disusupi Aliran/ paham kepentingan Asing yang dikemas dengan bungkus SUPER Islam.

Mereka juga gagal memberangus amaliyah NU dengan amunisi ustadz-ustadz Wahabi sekelas Ustadz Firanda hingga Tengku Wisnu melalui media massa, Syafiq R Basallamah dsb – mereka yang telah terdistorsi otaknya jadi Robot Yahudi, Arab Saudi, NATO ini telah menyebar web-web majhul yang penuh propaganda., adu domba, provokasi, tebar kebencian agar bangsa ini terpecah-belah.

Wahabi dengan berbagai Kedoknya (Wahabi-salafi, Wahabi-ISIS, Wahabi STDI, Wahabi-HTI dsb), juga telah mencoba mengemas agar doktrin mereka lebih diterima dan bisa pengaruhi WNI,  Hingga ada juga orang yang mabuk jadi anteknya asing, contoh yang ada di selatan Masjid Al-Kharomah Perum Kramat I Kranjingan-Sumbersari Jember Jawa Timur yang rela rumahnya dijadikan station pancarkan Siaran Radio Wahabi-MTA.

Termasuk untuk mengecoh pemuda kita agar belajar Al-Qur’an melalui Wahabi berbaju lain seperti Wahabi Ibnu Katsir dsb, namun tetap saja gagal. Nampaknya kini ada kesempatan bagi mereka untuk memecah belah warga NU dengan “berselingkuh” dengan FPI. oleh karena warga nahdliyin yang pikirannya masih terjebak permainan mereka harap segera sadar.

Mungkin mereka tahu bahwa hanya kaum Aswaja yang suka memuja-muja ahlu Bayt hingga ‘sundul langit’. Bahkan mereka mungkin juga menganggap warga NU hanyalah kumpulan orang-orang bodoh, dungu, o’on dan tidak paham permainan politik, karena menganggab para Habaib sebagai ‘sadat’ (jamak dari Sayid) yang dianggap sebagai juru selamat, dimana semua fatwa dan ucapan mereka pasti dianut dan dianggap benar.

Hingga dengan trik-trik politik, kini Wahabi beserta kroni-kroninya telah berhasil berfusi dengan FPI untuk memecah belah dan menggiring opini warga NU menggunakan atribut baru yang baru mereka ciptakan; yah apalagi kalau bukan GNPF-MUI.

Bahkan lihatlah, nampaknya demi tegaknya kalimah Wahabi dan untuk menyenangkan juragannya di Arab Saudi (termasuk penyokong Wahabi; Inggris, Israel, Qatar, NATO, ISIS dsb) kini panglima GNPF yang juga guru besar Tengku Wisnu (antek asing Wahabi), itu kini telah *berkopyah hitam dan memproklamirkan diri sebagai ulama besar dengan gelar Kyai Haji (KH). “Kami NU bukan? Maka dengarkan juga kami”.*

Mungkin itulah yang ingin dia katakan. Namun mereka lupa bahwa warga NU itu panutannya bukan cuma Nabi Muhammad, Ulama, Kyai, habib maupun ustadz. Panutan warga NU adalah para As-Syuhada/ Fissabillillah yang bersimpah darah memperjuangkan dan memerdekakan negeri ini yang telah gugur di jalan Allah SWT.

(Monggow *forward* ke Warga NU dan umum untuk kewaspadaan dan sikap bersama, agar warga NU tidak kerasukan Wahabi).

PEMBENCI KIAI SAID

*KENAPA MEREKA BENCI KIAI SAID??*

Mencari orang ALIM itu sulitnya setengah mati. Dan lebih sulit lagi mencari orang ALIM plus BERANI.

Mencari orang alim saja banyak, tapi alim yang takut berhadapan dengan musuh, takut dibully, takut difitnah, takut diintimidasi dan takut-takut lainnya. Mencari orang berani saja banyak, tapi berani tanpa perhitungan, nekat tanpa siasat.
Mencari orang alim sekaligus pemberani itu sulit, sesulit mencari semut hitam di batu hitam pada saat gelap gulita. Dalam zaman now setidaknya ada 2, yaitu Gus Dur dan Kiai Said.

Mengapa Gus Dur dan Kiai Said terkesan banyak dimusuhi? Ya karena beraninya itu. Coba bandingkan dengan ulama-ulama alim yang "cari selamat", yang diam saat ada kedhaliman di depan mata, yang ikut arus saja, tentu tidak banyak musuhnya.

Tapi Gus Dur dan Kiai Said, sengaja pasang badan demi memperjuangkan sebuah kebenaran. Beliau berdua rela tak populer, rela difitnah, rela dinistakan demi memperjuangkan kebenaran yang diyakininya. Baik kebenaran dalam beragama (Islam) maupun kebenaran dalam bernegara (nasionalisme).

Beliau berdua berani berhadapan dengan penguasa jika berada pada jalan yang salah, berani berhadapan dengan perusak negara, perusak Islam dan para koruptor. Sehingga mereka yang terancam kepentingan busuknya pasti meradang dengan sepak terjang beliau berdua. Dan memang Kiai Said adalah anak ideologis, murid ideologis Gus Dur. Beliau berdua sama-sama ahli tasawuf dan seorang sufi, Gus Dur seorang "wali" dan Kiai Said seorang Guru Besar Ilmu Tasawuf di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Jejak pendidikan Kiai Said begitu "sempurna", dari pesantren salafiah (kitab kuning) sampai universitas ultra kanan (al-Umm al-Qurra Mekkak), sebuah universitas berpaham wahabi. Dari santri pesantren "tradisional" sampai doktoral di bidang sejarah dan tasawuf, begitu "sempurna" hafalannya sehingga dijuluki kamus berjalan.

Spesialisasi beliau di bidang perdebatan, siapapun yang berdebat dengan beliau dijamin lumpuh argumennya. Namun tidak semua dilayani debat, hanya orang-orang tertentu yang pantas untuk diajak debat. Jika kroco-kroco sekelas taman kanak-kanak pasti diabaikan dan dilihat sambil senyum saja. Sayang energi digunakan untuk debat dengan orang yang tak paham agama yang hanya bermodal semangat tapi nol besar dalam memahami esensi dari agama itu sendiri. Pengalaman fenomenal, beliau berhasil menundukkan "nabi" palsu al-Mushodeq dengan diajak debat sampai berhari-hari sehingga sang "nabi" palsu tersungkur argumennya dan akhirnya bertaubat.

Karena pernah hidup puluhan tahun di negara wahabi, Arab Saudi, maka beliau paham betul "dapur" dan kelemahan wahabi khususnya dan gerakal Islam radikal lainnya, misalnya Ikhwanul Muslimin, yang berasal dari Timur Tengah. Karena paham betul adanya "udang di balik batu" dari gerakan wahabi, ikhwanul muslimin, hizbut tahrir dan gerakan radikal Islam lainnya maka di masa kepemimpinannya sebagai Ketum PBNU bertujuan melumpuhkan paham wahabi, ikhwanul muslimin, hizbut tahrir dan kelompok radikal lainnya di Indonesia khususnya dan secara umum di seluruh dunia.

Mengapa paham radikal tersebut perlu dikubur sedini mungkin? Karena jika dibiarkan, paham tersebut akan merusak Islam itu sendiri dan mencabik-cabik kesolidan NKRI.

Kiai Said tahu betul kelemahan wahabi dan kelompok Islam radikal lainnya karena pernah menjadi bagian dari kelompok tersebut. Dan di saat balik menyerang kelompok-kelompok tersebut maka mereka tak terima dengan gebrakan Sang Kiai. Sehingga dimunculkanlah fitnah-fitnah dan character assasination (pembunuhan karakter) beliau dengan tuduhan syiah, liberal, perusak NU dari dalam, munafik, pembela kafir, antek Cina dan deretan fitnah keji lainnya yang dilontarkan kelompok Islam radikal.

Pembelaan beliau yang sepertinya cenderung ke Jokowi, ke pemerintah, ke penguasa, bukan berarti beliau ulama penjilat, bukan berarti beliau dibayar dan bukan berarti beliau orangnya Jokowi dan fanatik. Hal ini terbukti bahwa ketika pilpres 2014 lalu beliau pendukung Prabowo, malahan sempat dicalonkan wapres mendampingi Prabowo walau beliau menolaknya. Dukungan beliau khususnya dan umumnya NU ke pemerintah itu tergantung kebijakan pemerintah tersebut dan bukannya karena telah digelontor sejumlah uang. Ketika kebijakan pemerintah sejalan dengan kepentingan umat dan rakyat maka akan didukung penuh dan sebaliknya ketika kebijakan atau program pemerintah menyengsarakan umat dan rakyat maka akan dikritiknya, tentu dengan cara yang elegan bukan dengan cara bikin hoax, menjelek-jelekkan pemerintah dan menggembosi pemerintah.

Dukungan Kiai Said yang terkesan ke Jokowi bukan berarti beliau pendukung fanatik Jokowi tapi karena demi Islam dan Indonesia. Hal ini disebabkan karena capres "yang itu" didukung penuh oleh kelompok Islam radikal. Hal ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan Islam dan Indonesia. Jika mereka menang bisa dipastikan Indonesia akan di-Suriahkan, di ISIS kan dan luluh lantak bagai negara-negara Timur Tengah akibat ulah kelompok Islam radikal.

Jadi mereka yang memusuhi Kiai Said adalah orangnya itu-itu juga. Orang-orang tersebutlah yang memusuhi NU sampai menarget untuk membubarkan NU tahun 2025.

Orang-orang NU yang selama ini termakan hasudan kelompok pembenci Kiai Said haruslah segera sadar bahwa kalian sebenarnya dibenturkan dengan NU dan dijauhkan dari ulama NU dengan tujuan akhir NU ditinggalkan umatnya. Jika NU sudah ditinggalkan umatnya maka NU kropos dan mudah untuk dilenyapkan. Dengan bubarnya NU takkan lama Indonesia dikuasainya, karena penyokong utama Indonesia adalah NU. Barang siapa ingin menguasai Indonesia maka lumpuhkan dulu NU.

Namun mereka salah prediksi, kiranya itu mudah membubarkan NU. Mereka belum tahu bahwa NU itu layaknya per/pegas,semakin ditekan justru semakun kuat NU. Ya Jabbar Ya Qahhar. NU never die.

Salam Islam Nusantara

(Idwamul Ngula)

HUKUM MENJAWAB SALAM


*Materi Kitab Sullamut Taufiq (Akhlak Tashawwuf Ma'ashi 49)*
قال المؤلف رحمه الله تعالى :
وترك رد السلام الواجب عليك
"Di antara dosa lisan adalah tidak menjawab salam yang wajib bagi kamu"

*Penjelasan*
➡️ Di antara dosa lisan adalah tidak menjawab salam yang wajib bagi kamu
☝️Allah ta'ala berfirman :
وَإِذَا حُیِّیتُم بِتَحِیَّةࣲ فَحَیُّوا۟ بِأَحۡسَنَ مِنۡهَاۤ أَوۡ رُدُّوهَاۤۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءٍ حَسِیبًا
[Surat An-Nisa' 86]
✔️Berikut rincian hukum menjawab salam:
1⃣Wajib 'ain, apabila disampaikan secara khusus oleh seorang muslim yang mukallaf (baligh dan berakal) kepada seseorang.
2⃣Wajib kifayah, apabila disampaikan oleh seorang muslim mukallaf kepada orang banyak (jama'ah) yang mukallaf
☝️Hukum di atas jika dilakukan oleh orang yang sejenis, laki-laki kepada laki-laki atau perempuan kepada perempuan.
3⃣ Boleh dijawab tetapi tidak wajib, yaitu apabila disampaikan oleh seorang perempuan kepada seorang laki-laki atau sebaliknya dan *tidak dikhawatirkan terjadinya fitnah.*
4⃣ Tidak wajib menjawab salam yang disampaikan oleh ahli bid'ah dalam akidah yang tidak sampai pada kekufuran.
6⃣Haram menjawab salam yang disampaikan oleh orang kafir, dan apabila disampaikan oleh lawan jenis ketika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
☝️Jika ada orang kafir yang mengucapkan salam kepada kita, maka boleh dijawab dengan perkataan "wa'alaikum".


*Perhatian*
✔️Membaca salam kepada orang yang sedang mengeluarkan kotoran pada saat buang kotoran, dan pada saat ada makanan di mulut adalah makruh.
✔️Tidak sebaiknya seseorang yang datang terlambat dalam Majlis ilmu untuk mengucapkan salam, karena hal itu akan memecah konsentrasi orang yang sedang belajar.
✔️Menjawab salam yang disampaikan oleh seorang anak kecil yang belum baligh ada khilaf di antara para ulama.

#رابطة المبلغين النهضية كديري

Istighfar untuk ORTU

Tahlilan yg dilakoni kaum nahdiyin itu sangat panting karena didalamnya bukan hanya tahlil tapi juga kalimat kalimat lain yang telah dipiplih oleh para ulama untuk dibaca diwiridkan termasuk istighfar ,istighfar itu tidak gemen2 bisa membahagiakan ortu kita disurga seperti dijelaskan kanjeng Nabu kita SAW.
*🕌ISTIGHFAR:MENGANGKAT DERAJAT ORANGTUA*

Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
▪ “Dari Abu Hurairah – RA – berkata: “Rasulullah SAW pernah bersabda: ‘Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla meninggikan derajat seorang hambaNya yang Saleh di surga, sehingga hamba tersebut bertanya: ‘Ya Rabb, Bagaimanakah semua ini (bisa menjadi) milikku?, Allah berfirman menjawabnya: ‘Karena Istghfar anakmu untuk dirimu'”.

📚 [HR: Ahmad, Ibnu Majah]

PERBEDAAN ASWAJA DAN WAHABI 8

*PERBEDAAN ASWAJA DAN WAHHABI 8*

*Aswaja*

Bid'ah (sesuatu yang tidak ada nash-nya dalam al Qur'an dan hadits) itu ada dua:
1. Hasanah; jika sesuai dengan al Qur'an dan hadits
2. Sayyi'ah; jika bertentangan dengan al Qur'an dan hadits
Dalil:
Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda:
 مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.
"Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatan tersebut juga pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang sedikitpun pahala mereka, dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatan tersebut juga dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dosa-dosa mereka sedikitpun" HR Muslim
Imam Syafi'i –radliyallahu ‘anhu- berkata:
المـُحْدَثَاتُ مِنَ اْلأُمُوْرِ ضَرْبَانِ، مَاأُحْدِثَ مِمَّا يُخَالِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ إِجْمَاعًا أَوْ أَثَرًا فَهَذِهِ اْلبِدْعَةُ الضَّلَالَةُ، وَالثَّانِيَةُ مَا أُحْدِثَ مِنَ اْلخَيْرِ وَ لَا يُخَالِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ إِجْمَاعًا وَهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ
"Perkara yang baru terbagi menjadi dua bagian. Pertama sesuatu yang menyalahi al Qur'an, Sunnah, Ijma' atau Atsar (apa yang dilakukan atau dikatakan sahabat tanpa ada di antara mereka yang mengingkari), inilah bid'ah yang sesat. Kedua perkara yang baru yang baik dan tidak menyalahi al Qur'an, Sunnah, maupun Ijma', inilah sesuatu yang baru yang tidak tercela ".   Diriwayatkan oleh al Bayhaqi dengan sanad yang sahih dalam kitab Manaqib asy-Syafi'i.

*Wahhabi*
Wahhabi mengatakan: Semua bid'ah adalah sesat dan bid'ah adalah pos yang menghantarkan seseorang pada kekufuran

Shalih al Fauzan (tokoh Wahhabi) mengatakan:
الرَّابِعُ فِي بَيَانِ نَمَاذِجِ مِنَ اْلبِدَعِ اْلمُعَاصِرَةِ وَهِيَ الاِحْتِفَالُ بِاْلمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ...اْلاِحْتِفَالُ بِمُنَاسَبَةِ الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ فِي رَبِيْعِ اْلأَوَّلِ وَهُوَ تَشَبُّهٌ بِالنَصَارَى فِي عَمَلِ مَا يُسَمَّى بِاْلاحْتِفَالِ بِمَوْلِدِ الْمَسِيْحِ،...وَاْلبِدَعُ فِي مَجَالِ اْلعِبَادَاتِ وَالتَّقَرُّبِ إِلَى اللهِ...مِنْهَا اْلجَهْرُ بِالنِّيَّةِ فيِ الصَّلاَةِ...وَمِنْهَا الذِّكْرُ اْلجَمَاعِيُّ بَعْدَ الصَّلاَةِ...وَمِنْهَا طَلَبُ قِرَاءَةِ اْلفَاتِحَةِ فيِ اْلمُنَاسَبَاتِ وَبَعْدَ الدُّعَاءِ وَلِلْأَمْوَاتِ...وَمِنْهَا الاِحْتِفَالُ بِاْلمُنَاسَبَاتِ الدِّيْنِيَّةِ كَمُنَاسَبَةِ اْلاِسْرَاءِ وَاْلمِعْرَاجِ وَمُنَاسَبَةِ اْلهِجْرَةِ النَّبَوِيَّةِ...وَمِنْ ذَلِكَ اْلأَذْكَارِ الصُّوْفِيَّةِ...وَمِنْ ذَلِكَ تَخْصِيْصُ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ بِقِيَامِ وَيَوْمِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ بِصِيَامٍ...وَخِتَامًا نَقُوْلُ إِنَّ اْلبِدَعَ بَرِيْدُ اْلكُفْرِ
Dikatakan: Keempat: menjelaskan contoh-contoh bid’ah bid’ah kontemporer yaitu perayaan maulid nabi...perayaan maulid nabi pada bulan Rabi’ul Awwal itu serupa dengan orang-orang Nashrani dalam sebuah kegiatan yang disebut dengan perayaan kelahiran al Masih (Natal), ...dan bid’ah-bid’ah dalam lingkup ibadah dan taqarrub kepada Allah…diantaranya adalah niat shalat dengan suara keras…dan diantaranya dzikir secara berjama’ah setelah shalat…dan diantaranya meminta membaca al Fatihah dalam kegiatan-kegiatan tertentu dan setelah do’a serta untuk orang-orang mati…dan diantaranya peringatan momentum-momentum keagamaan seperti Isra Mi’raj dan hijrah nabi…dan diantara bi’ah adalah dzikir para shufi…diantara bid’ah lagi adalah mengkhususkan malam nishfu Sya’ban dengan shalat dan siang nishfi Sya’ban dengan puasa…dan sebagai penutup kami katakan  bahwa bid’ah-bid’ah itu adalah pos penghantar menuju kekufuran.

Referensi:
Shalih al Fauzan, Kitab at Tauhid, hal. 115-121

#Asnuter Kab Kediri

TAHUN BARU ISLAM

*Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1441 (1)*

✅ Setiap kali memasuki tahun baru hijriyah kita selalu diingatkan  pada peristiwa besar dan bersejarah, yaitu hijrahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Makkah al Mukarramah menuju Yatsrib yang kemudian dirubah namanya dengan al Madinah al Muawwarah.
✅ Peristiwa hijrah adalah awal kejayaan Islam, berawal dari sinilah Islam menyebar dan meluas ke seluruh penjuru dunia. Mulai dari  peristiwa inilah Rasulullah mulai meletakkan dasar-dasar bermasyarakat dan bernegara. Sehingga pada hari ini bentuk negara dan masyarakat yang dibangun nabi tersebut menjadi percontohan bagi masyarakat yang modern dan beradab.
✅ Peristiwa hijrah dimulai ketika Islam mulai menyebar luas di Madinah, maka para sahabat Nabi yang senantiasa mendapat perlakuan tidak baik dari orang-orang musyrik, mereka meminta izin kepada nabi untuk hijrah ke Madinah. Kemudian Nabi memberi izin pada mereka untuk hijrah, sehingga secara berangsur-angsur dan bergelombang umat Islam berangkat berhijrah ke madinah.
✅ Orang yang pertama kali hijrah adalah Abu Salamah saudara Nabi sesusuan. Sehingga kemudian orang yang tinggal di Makkah tersisa Rasulullah, Abu Bakar as Shiddiq dan Ali bin Abi Thalib al Murtadha, orang yang dipenjara dan orang yang sakit.
✅Adapaun sebab Hijrahnya Nabi ke Madinah adalah bahwa ketika orang-orang Musyrik Quraisy melihat orang-orang yang telah masuk Islam berhijrah ke Madinah dengan membawa serta keluarga dan anak-anak mereka, maka mereka khawatir Rasulullah akan juga keluar dari Makkah untuk hijrah ke Madinah, sehingga umat Islam menjadi sangat kuat dan membahayakan kedudukan mereka. Orang musyrik Quraisy selanjutnya berkumpul untuk bermusyawarah tentang masalah itu, ketika itu datanglah iblis dalam bentuk orang tua dari Nejd yang  selalu membantah pendapat setiap orang yang hadir, sampai kemudian Abu Jahal berpendapat: Kita ambil dari setiap kabilah anak muda dengan sebuah pedang, mereka memukulkannya secara bersama-sama pada Muhammad, sehingga darahnya menyebar pada semua kabilah dan Banu Abdi Manaf tidak dapat memerangi semua kabilah dan rela dengan kematiannya”. Kemudian Iblis itu mengatakan: “inilah pendapat yang tepat”.
✅ Mengetahui hal tersebut kemudian Jibril memberitahukannya pada Nabi, dan pada malam itu nabi tidak tidur di tempat tidurnya, dan memerintahkan Ali untuk tidur dan berselimut dengan selimut nabi.
✅ Ketika itu anak-anak muda musyrikin telah berkumpul di depan pintu rumah Nabi. Kemudian Nabi mengambil segenggam tanah dengan membaca surat Yasin sampai pada ayat 9. Dan melemparkan tanah itu pada kepala para pemuda musyrikin tersebut, sehingga mereka tidak dapat melihat keluarnya Rasulullah dari rumah.
✅ Selanjutnya Nabi menuju ke rumah Abu Bakar untuk mengajaknya bersama-sama berhijrah ke Madinah.

#LDNU KAB KEDIRI