SELAMAT DATANG DI BLOGNYA NU KRECEK KEC. BADAS KAB. KEDIRI, JAWA TIMUR
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

MUSYAWARAH RANTING NU DESA KRECEK

 PADA HARI RABU 7 SEPTEMBER 2022 TELAH DIGELAR MUSYWARAH RANTING NU DESA KRECEK KEC. BADAS KAB. KEDIRI



ISTIGHOTSAH KUBRO PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL 2019

Syukur alhamdulillah pengurus ranting NU krecek telah dapat menyelenggaraknn kegiatan Istighotsah Kubro se-Desa Krecek dalam rangka peringatan hari santri Nasional ( HSN ) 2019 yang dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2019/23 shofar 1441 H. acara digelar di halan rumah Ibu HJ.Por ( H.Darmadi Alm.) dengan lancar dan sukses dengan dihadiri lebih dari 1000 jamaah nadliyin memadati halaman sampai dijalan2 dengan hikmatnya hadirin mengikuti acara sampai tuntas , pada pra acara diisi Group Shlawat Syubbanur Ridlwan Anak Ranting Krecek ,adapun susunana acara sbb:
Pembawa acara Ardiati,S.Pd.I
Qira'ah : Ustadz Danang Sumberagung
Imam Istigotsah  : Kiai Yunus Mubarri
Sambutan Panitia  : Drs Isnam M.Pd.I
Sambutan Pengurus Ranting   : Kiai AHmadi Mukthi
Sambutan Pengurus MWC  ; KH. Basyaruddin, M.Pd.
Mars Syubbanul Warthon . Alumni PKPNU Ansor, Fatayat
Mauidzotul Hasanah dan DO'A  : KH. Abdul Nashir Badrus Sholeh Arif dari Popes Purwoasri

DOKUMENTASI FOTO :













































Red.PRNU Krecek, 23/10/2019
 ,


Turut berduka cita atas wafatnya KH.Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU 1999-2010)



إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون
‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali
dan kepada Tuhan kami semua akan kembali.

Segenap Keluarga Besar Pengurus Ranting Nahdlatul ulama PRNU Desa Krecek Kec. Badas Kab. Kediri
menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya KH.Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU 1999-2010)
Seraya berdoa semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya dan mengampuni segala dosa serta kesalahannya hingga dijadikan kuburnya Roudhotan minriyadhil jannah. Aamiin.

Terbesar, Ratusan Stan Meriahkan Muktamar NU Expo

Bupati didampingi Wakil Bupati Jombang sedang melepaskan balon pembukaan Muktamar NU Expo di Stadion Jombang, Sabtu, 25/7/2015. (dok. MNU-Anam)JOMBANG – Baru pada Muktamar ke-33 NU di Jombang ini, panitia menyediakan stan pameran begitu banyak. Tidak tanggung-tanggung, ada ratusan stan yang telah terisi dan tersebar di berbagai lokasi.
H Misbachul Munir selaku Koordinator Muktamar NU Expo tidak menyangka kalau antusias masyarakat demikian tinggi dalam mengisi stan yang disediakan panitia. “Di stadion ini ada 309 stan dan semuanya telah dipesan,” katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar NU Expo, Sabtu (25/7/2015).
Demikian juga ada puluhan stan di Alun-alun Jombang. “Ini belum termasuk puluhan stan yang ada di 4 pesantren tuan rumah muktamar,” katanya.
“Jombang benar-benar memiliki potensi ekonomi yang luar biasa,” katanya disambut aplaus hadirin. Dalam pandangan Wakil Sekretaris PWNU Jatim tersebut, sudah saatnya potensi ekonomi yang demikian tinggi bisa dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat, lanjutnya.
Hal yang sama disampaikan H Nyono Suharli Wihandoko. Bupati Jombang ini sangat gembira atas kepercayaan pelaku usaha selama muktamar berlangsung. “kami berharap masyarakat Jombang khususnya dan warga NU dapat memanfaatkan momentum muktamar ini sebagai sarana pameran sekaligus meningkatkan taraf ekonomi,” katanya saat memberikan sambutan.
Apalagi dalam waktu dekat, bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan globalisasi ekonomi yang lintas kawasan. “Bisa jadi muktamar di Jombang ini hanya sekali ini terjadi,” katanya di hadapan hadirin. Karenanya, segala potensi yang bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat harus dilakukan.
Orang pertama di Jombang ini sangat berharap, selama muktamar berlangsung juga mampu meningkatkan penghasilan warga. “Semoga usahanya laku keras,” ungkapnya. Dan pada saat yang sama, Pemerintah Daerah Jombang akan terus berbenah untuk bisa memperbaharui pelayanan, lanjutnya.
Usai dibuka secara resmi, Bupati dan Wakil Bupati Jombang melepas rangkaian balon dan menggunting pita pintu masuk arena Muktamar NU Expo. Dengan diiring panitia dan unsur forum pimpinan daerah, rombongan berkesempatan melihat dari dekat stan yang tersedia di area stadion tersebut. (sumber panitia muktamar)

480 Penghafal Al-Qur’an Gelar Semaan di 160 Majelis

Kegiatan semaan al-Qur'an bil ghaib dalam rangkaian Pra Muktamar ke-33 NU. (dok. Pan-MNU)Jombang – Demi kelancaran perhelatan Muktamar ke-33 NU di Jombang awal Agustus mendatang, Pengurus Cabang NU Jombang menggelar khataman al-Quran bil ghaib  di 160 majelis.  Kegiatan dimulai hari ini dan akan berlangsung hingga lusa. Ada 480 penghafal al-Qur’an yang bergabung.
“Kegiatan khataman Al-Qur,an dimulai hari ini, dan pembukaan dilakukan di Masjid MAN Tambakberas,” kata Ahsan Sutari saat dihubungi media ini, Sabtu (25/7/2015). “Kegiatan sebagai bagian dalam rangka  sukses Muktamar ke-33 NU,” lanjut koordinator kegiatan semaan ini.
Ia menandaskan ada 480 penghafal Al-Quran (baik laki-laki dan perempuan yang ikut dalam kegiatan ini. Mereka dibagi dalam 160 majelis. Kegiatan khatmil Qur’an dilaksanakan mulai 25 hingga 27 Juli. “Setap majelis diisi oleh 3 penghafal Al-Quran di mushalla dan masjid,” imbuh Sutari yang juga Ketua PC Lembaga Takmir Masjid NU Jombang.
Bapak Sutari, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa kegiatan tidak hanya dilakukan di masjid dan mushalla yang berada di wilayah kota saja. Juga merata di sejumlah MWC NU yang ada di Jombang..”Jadi setiap pengurus MWC NU minimal menggelar 7 majelis, selama tiga hari ini,” pungkasnya. (s@if)

PILKADES 2013

           
      Pada hari ini rabo Pahing tanggal 30 Oktober 2013 bertepatan dengan tanggal 25 Dzulhijjah 1434 H. merupakan hari yang bersejarah bagi warga desa kercek Kec Badas Kab.Kediri karena pada hari ini telah dilaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala desa ( Pilkades ) yang mana warga Krecek telah lama merindukan ingin memiliki kepala desa yang benar benar jujur, bersih, anti korupsi dan selalu berpihak kepada rakyat kecil sesuai dengan aspirasi warga, kususnya warga Nahdliyin didesa krecek, ,karena beberapa tahun terahir ini warga sangat kecewa dengan kepala desanya yang mana sepak terjangnya hanya kelihatan baik diawal awal tahun saja bahkan ditengan perjalanan periode kepemimpinannya sang kepala desa terjerat dan terangkut kasus korupsi  . inilah kenyataan yang terjadi walaupun sebenarnya para tokoh NU desa krecek telah berusaha untuk memunculkan tokoh NU sendiri yang diandang jujur ,bersih dan berpengalaman sebagai calon kepala desa , namun sayang disayang takdir Allooh berkata lain warga Krecek yang notabenya 80 persen warga NU justru yang terpilih sebagai kepala desa bukan tokoh yang didukung oleh tokoh dan kiyai NU , kejadian ini semua bisa kita simpulka dan kita jadikan pelajaran bahwa sudah saatnya warga NU harus bersatu dan tunduk atas instruksi dari pimpinannya terutama pada saat even even tertentu seperti pilkades ini,  bukan hanya mementinkan kepentingan sesaat apalagi mementingkan diri sendiri dan kerabat terdekatnya yang pada gilirannya bisa merugikan masyrakat secara luas dan juga merugikan panji panji organisasi sendiri .
        Bertolak dari kejadian masa lalu yang sungguh memilukan dan memprihatinkan dimana warga Nu masih banyak yang belum menyadari betapa pentingnya untuk tunduk dan patuh terhadap instruksi dari pimpinannya ,maka untuk kali ini para pengurus berupaya keras untuk mengaktifkan konsolidasi organisasi memberikan wejangan wejangan kepada seluruh jajaran pengurus stuktural keorganisasian hingga sampai kepengurus anak ranting dan anggotanya dengan harapan warga NU desa krecek dapat lebih taat dan lebih menyadari terhadap pentingnya mengikuti dan menjalankan  instruksi dan kebijakan kebijakan organisasi , memang kita harus mengakui warga NU memang sangatlah besar namun dari sisi ketaatan terhadap pimpinan masih ketinggalan kalau dibanding organisasi keagamaan lain semisal LDII/Muhamadiyah atau lainnya contoh  begitu pipinan bilang A maka dari atas sampai bawah A tidak satupun B inilah antara lain yang menjadi garapan pengurus NU saat ini kita harus maju dari sisi kwalitas maupun kwantitas . Namun dari pengalaman dan kegagalan inilah rupanya kesadaran warga Nu saat ini lebih baik dan antosiasmenya lebih tinggi dari pada tahun-tahun sebelumnya sehingga Alhamdulillah pada PIKADES kali ini dimenangkan oleh calon kepala desa yang diusung oleh tokoh NU yakni Bapak KRISBANU dengan nomor urut 1 . 1.808 no.2 = 1.533 no.3 = 841  no.4 = 1.429 dengan demikian bapak KRISBANU terpilih dengan perolehan suara yang sangat sikmifikan dapat mengalahkan ke tiga  kandidat calon kepala desa yang lain . 
  Semoga barokah aamiiin .   admin NU Krecek